Posted in

Mengapa Filsafat Modern Berbeda dari Filsafat Klasik?

filsafat modern

jeanfrancois-ernoult – Mengapa filsafat modern berbeda jauh dari filsafat klasik dan abad pertengahan adalah pertanyaan penting bagi siapa pun yang ingin memahami perubahan cara manusia berpikir dari zaman ke zaman. Perbedaannya bukan sekadar soal waktu, tetapi menyentuh akar cara manusia melihat kebenaran, pengetahuan, dan realitas. Santai saja—kita bahas pelan, runtut, dan langsung ke intinya.


Perubahan Besar dalam Sejarah Pemikiran Manusia

Sejarah filsafat bisa dibaca sebagai sejarah cara manusia bertanya. Di masa klasik, pertanyaan besar datang dari rasa kagum pada alam. Di abad pertengahan, pertanyaan diarahkan pada Tuhan. Lalu di era modern, fokus beralih ke manusia itu sendiri.

Peralihan ini tidak terjadi mendadak. Ia lahir dari krisis, penemuan ilmiah, dan kegelisahan intelektual yang mendorong filsuf untuk berpikir ulang tentang fondasi lama.


Ciri Utama Filsafat Klasik: Rasio dan Alam sebagai Pusat

Filsafat klasik berkembang di Yunani Kuno. Tokohnya seperti Plato dan Aristoteles. Fokus utamanya adalah memahami hakikat realitas (metafisika), kebenaran (epistemologi), dan hidup baik (etika).

Rasio sebagai Alat Utama

Para filsuf klasik percaya bahwa akal manusia cukup untuk mencapai kebenaran. Tidak perlu wahyu. Logika dan pengamatan rasional sudah memadai.

Alam sebagai Objek Kontemplasi

Alam dipahami sebagai tatanan rasional. Manusia tinggal membaca dan memahaminya. Pengetahuan dianggap objektif dan berada “di luar sana”.


Filsafat Abad Pertengahan: Ketika Akal Bertemu Iman

Masuk ke abad pertengahan, filsafat tidak hilang—ia berubah arah. Pemikiran filsafat dipadukan dengan teologi, terutama dalam tradisi Kristen, Islam, dan Yahudi.

Tokoh penting di era ini adalah Thomas Aquinas.

Tuhan sebagai Titik Pusat

Jika filsafat klasik bertanya “apa itu realitas?”, filsafat abad pertengahan bertanya “bagaimana realitas mencerminkan kehendak Tuhan?”.

Akal sebagai Pelayan Iman

Akal tetap penting, tetapi posisinya berada di bawah wahyu. Filsafat berfungsi untuk menjelaskan, bukan mempertanyakan, kebenaran agama.


Lahirnya Filsafat Modern: Manusia di Pusat Segalanya

Inilah titik balik besar. Filsafat modern lahir sekitar abad ke-17, ditandai oleh revolusi ilmiah dan runtuhnya otoritas lama.

Tokoh awalnya adalah René Descartes dengan kalimat terkenalnya cogito ergo sum.

Subjek sebagai Awal Pengetahuan

Jika sebelumnya kebenaran dicari di alam atau Tuhan, filsafat modern bertanya:

“Bagaimana aku bisa tahu bahwa aku tahu?”

Ini perubahan radikal. Kesadaran manusia menjadi titik awal filsafat.


Perbedaan Cara Mencari Kebenaran

Klasik: Kebenaran Bersifat Objektif

Kebenaran ada di luar diri manusia. Tugas filsuf adalah menemukannya.

Abad Pertengahan: Kebenaran Bersifat Ilahi

Kebenaran berasal dari Tuhan. Akal membantu memahaminya.

Modern: Kebenaran Bersifat Kritis

Kebenaran harus diuji. Tidak diterima begitu saja. Skeptisisme menjadi metode.


Metode Berpikir yang Berubah Total

Di sinilah perbedaan terasa nyata.

  • Filsafat klasik → logika deduktif dan kontemplasi

  • Filsafat abad pertengahan → penalaran teologis

  • Filsafat modern → metode ilmiah, eksperimen, dan refleksi kritis

Ilmu pengetahuan modern lahir dari semangat filsafat modern ini.


Peran Ilmu Pengetahuan dalam Filsafat Modern

Ilmu bukan lagi cabang filsafat—ia menjadi mitra. Filsafat modern berjalan berdampingan dengan fisika, matematika, dan biologi.

Tokoh seperti Immanuel Kant mencoba menjembatani akal dan pengalaman. Ia menegaskan bahwa pengetahuan lahir dari interaksi antara dunia luar dan struktur pikiran manusia.


Perubahan Pandangan tentang Manusia

Dalam Filsafat Klasik

Manusia adalah bagian dari kosmos.

Dalam Abad Pertengahan

Manusia adalah ciptaan Tuhan.

Dalam Filsafat Modern

Manusia adalah subjek aktif, pencipta makna, dan penentu pengetahuan.

Ini alasan mengapa filsafat modern sangat dekat dengan isu kebebasan, etika personal, dan hak individu.


Dampak Nyata pada Dunia Modern

Perbedaan filsafat ini bukan teori kosong. Dampaknya nyata:

  • Lahirnya demokrasi modern

  • Berkembangnya sains dan teknologi

  • Munculnya HAM dan kebebasan berpikir

  • Pendidikan berbasis nalar kritis

Semua itu berakar pada cara berpikir filsafat modern.


Ringkasan Perbedaan Utama

Aspek Klasik Abad Pertengahan Modern
Fokus Alam Tuhan Manusia
Sumber Kebenaran Akal Wahyu Rasio & pengalaman
Metode Kontemplasi Teologi rasional Skeptisisme & sains

Mengapa Filsafat Modern Berbeda Jauh dari Filsafat Klasik dan Abad Pertengahan

Mengapa filsafat modern berbeda jauh dari filsafat klasik dan abad pertengahan dapat dirangkum dalam satu kalimat: karena pusat kebenaran berpindah. Dari alam, ke Tuhan, lalu ke manusia.

Perubahan ini membentuk cara kita berpikir hari ini—cara kita belajar, meneliti, berdebat, dan memahami dunia. Memahami perbedaan ini bukan hanya soal sejarah filsafat, tapi soal memahami bagaimana kita sampai menjadi manusia modern seperti sekarang.